Saturday, December 15, 2007

Epilog Perjalanan ke Fujairah

Perjalanan ke Fujairah kali ini memang gak semulus perjalanan kali sebelumnya.
Memang dalam suatu event gesekan itu bisa terjadi, juga salah paham bisa ajah terjadi.
Tapi yang penting adalah bukan membesarkan permasalahannya tapi mengambil hikmahnya dari apa yang terjadi.
Kita gak bisa menghindar dari apa yang sudah terjadi, kita juga bukan seneng dengan apa yang terjadi tapi kita bisa menarik pelajaran dari yang sudah terjadi.

Gak perlu mencari kambing hitam disini, semua kudu mawas diri, siapapun itu.
Karena hal semacam ini bisa terjadi dimana ajah.
Kalaupun akhirnya kejadian ini terdengar oleh siapapun, ya emang itulah yang terjadi...
Gak bisa kita menyembunyikan asap, pasti akan berhembus juga cepat atau lambat, yang penting adalah bila asap itu sudah menyebar, sikapi dengan bijak.
sikapi dengan hati yang dingin dan kepala seorang yang sangat dewasa, dan bukan sebaliknya.
InshaAllah asap akan bertiup pergi menghilang dari ingatan manusia disekeliling kita.


Tapi bagaimanapun juga kita masih punya kok kenangan manis selama di Fujairah ini, jadi bukan event yang buruk sekali, tapi cukup dengan kategori so so ajah....

Gak papa, next time better....

back to : Outing ke Fujairah

Sunday, August 19, 2007

Anakku


Kurasa aku kuat, kurasa aku akan tabah...
Ternyata hati ini begitu rapuh,
Ternyata aku tak siap.
Hati bagai disayat sembilu,
begitu ngilu dan pedih,
bagai hilang sebagian jiwaku,
ketika aku melambaikan tanganku,
ketika engkau melepas kepergian kami.

tak ada lagi rasa hangat didada
ketika pagi ini aku melihat ke kamarmu...
yang ada hanya kamar yang dingin dan sepi.
tak ada lagi wake up call buatmu
pagi ini, hanya tatapan kosong pada kamar tidurmu
tak kulihat lagi kini, hingga lama mungkin...
senyum ceriamu dipagi hari dan sapamu yang manja....
pagiiiiii maaa.....

Entah sampai kapan airmata ini akan kering
bila mengenangmu, bila mengingatmu
engkau anakku, tapi juga penghangat jiwaku
penyaman bathinku, temanku yang tercinta.
apakah nasib seorang ibu selalu begini ?
membesarkan
anak, mencintai anak
dengan sepenuh jiwa raganya
lalu....ketika anak dewasa
hanya kenangan manis saja yang tersisa
karena kemudian kita kembali sendiri
karena sang anak harus merengkuh cita2nya
dan lepas dari pelukan kasih sang ibu.

Ya Allah,
Buah hati kami yang engkau titipkan pada kami,
untuk kami rawat dengan cinta kasih.
Kini telah saatnya kami melepasnya
untuk menggapai masa depannya.
Kami panjatkan doa tulus padamu ya Allah
Semoga buah hati kami, yang kami sangat cintai
selalu dalam lindungan dan rahmatMu
Semoga juga hidupnya selalu dalam kebahagiaan.
Amien Ya Robbal Alamin.

d'ez
Abu Dhabi
18 Agustus 2007.


kemudian ternyata papanya membalas tulisan ini :

Ungkapan-ungkapan mu sangat menyentuh, yay.
Sedapat-dapatku ikut merasakan kepedihan mu,
kutahu tak akan sepadan dengan yang kau rasakan.

Di penerbangan Doha - Abu Dhabi
Ku sadar ku tak kan mampu melipur duka mu
Saat itu tak akan ada hasilnya menasihatimu

Kubiarkan pertimbanganmu berjalan dengan waktu,
Tentu kau tahu bahwa aku pun sangat kehilangan keceriaan Bamby
Yang membedakan mungkin keberserahan diri
Terhadap sunatullah yang tak mungkin dihindarkan

Berbahagialah kau
Sebagai ibunda yang berhasil membangun cinta
Dalam diri mu terhadap anak dan keluagamu

Semoga Allah yang Maha Penyayang dan Pengasih
mengembalikan cintamu melalui
kasih sayang Nya
dalam bentuk yang lain
dari interaksi mu dengan Nya

Karena kupercaya cinta yang paling abadi
adalah cinta dan kasih sayang Nya

Dan cinta di antara insan insan nya
hanya lah sepercik cerminan dari
cinta dan kasih sayang Nya
yang maha luas dan indah.

Berharap ku selalu dapat menemanimu
dalam duka dan suka.-


Bambang.-


back to : Dapurnya D'ez

Tuesday, August 07, 2007

harga sebuah kejujuran

Baca postingan teman mengenai kejujuran tsb jadi tergelitik buat diskusi ama teman mengenai kejujuran ini.

Hal yang membuat berat mengatakan yang sesungguhnya sebetulnya apa seh ?
Malu, atau takut kena marah ?
Biasanya kalau malu mah gak terlalu karena urat malu masih bisa diulur, tapi kalau kena marah , nah itu dia.
Sebagai manusia yang dah dewasa kalau kena tegor atau kena marah biasanya berat, karena ego terusik....
Kalau dah gini biasanya jadi malah bikin repot hubungan.
Tapi gak jujur atau katakanlah gak usah bilang lah dari pada gak enak... apa kah itu sama dengan gak jujur ya ?
Tapi dengan gak bilang sejujurnya kadang hubungan tetap langgeng hanya salah satu yang memendam rasa kok gak bilang ya terus terang tapi kalau bilang wah bisa kena marah neh.... itulah biasanya yang berat....

Pada anak2 kita, kalau kita terapkan kejujuran, ketika dia mengaku apa yang dia perbuat apakah kita marahi?
kalau iya biasanya lain kali dia gak akan bilang apa adanya takut kena marah ...
Lalu apa solusinya ? menasehati dengan bijak tanpa memarahinya?
atau tetap kita marahi ?
atau kita terapkan : berani berbuat yang tanggung sendiri akibatnya kalau ntar kena marah...
Tetap dibutuhkan jiwa besar untuk ini, bingung kan ?

Tapi sebagi manusia dewasa hal seperti ini bukan hal yang mudah, apalagi kalau sudah berhubungan dengan harga diri dan ego.
nah gimana teman ? enaknya jujur dengan segala resiko tapi hati tenang karena jujur gak ada yang dipendam
atau diem ajalah, no harm ini, tapi hati gak tenang karena ada yang disimpen dalam hati tapi gak kena marah, ego gak terusik...

*yang gawe biasanya sering kena urusan kayak gini*


back to : Keseharian bulan Juli

kembali ke : Dapurnya D'ez

Tuesday, June 19, 2007

Papa mertuaku sakit

Serius kali ini ya.....
Teman2 semua, Papa mertuaku (ayahnya suamiku), yang 3 hari lalu ketika ke dokter spesialis di jakarta divonis menderita kegagalan ginjal sudah stadium 5.

Suamiku inshaAllah Selasa tgl 19 malam akan berangkat sendirian ke jakarta buat nengok Papanya.
Kondisi blio masih kuat, tinggal dirumah adiknya masku, dan berobat jalan, tetapi refuse buat cuci darah walau saran dokter spesialisnya kudu cuci darah.
blio memilih berobat ke pengobatan alternatif oleh "abah" di cianjur, yang katanya masih bisa tertolong.

Mohon doanya dari teman semua, agar Papa diberikan yang terbaik, karena manusia hanya bisa berencana tetapi Allah lah yang maha tau apa yang terbaik buat Papa.
Kami sangat berharap agar Papa bisa sehat kembali dan bisa berkumpul bersama kami seperti tahun2 lalu, sempet nginep di taman anggrek....
Kami sangat2 sedih hari2 ini......
(saya gak bisa pulang karena Bamby masih harus menyelesaikan driving lessonnya dan kalau ditinggal berantakan semua jadwalnya, jadi kami stand by aja dulu di AD)



Cuti tahun lalu ketika papa mertuaku nginep diapartemen kami di Jakarta, masku masih sempet bermanja ria dengan Papa, yang masih segar bugar.

Sunday, May 20, 2007

Gemuk ????

Gemuk? emang iya ....
Selama hampir 10 tahun saya gemuk kayak gini.
Mo bilang apa lagi, abisnya hidup ayem tentrem di komplex yang kayak sangkar emas, kalau gak hati2 emang bisa berakhir seperti ini.










Tapi emang juga ada bakat gemuk seh jadi kayak pepatah bilang kalau dah bakat gemuk, minum airpun jadi daging.
Ngomong bagusnya lha wong dikasih makan ama suami, dikasih hidup ayem tentrem ama suami, ya inilah hasilnya badan melar....
Alhamdulillah juga kan ? Yang penting sehat dan hati bahagia.



tahun 2005 - sekarang.
Kalau yang ini mah emang kebetulan aja bisa kempes... sebanyak 23 kilo dalam setahun, tapi sekarang tetep aja kerja keras biar gak balik gemuk.
Emang diet seh, tapi kan gak semudah itu rata2 diet bisa kempes....
Alhamdulillah cara diet saya kebetulan cocok dengan yang saya butuhkan.
Emang ada juga tipe orang yang los plong, artinya makan sekarung tetep aja langsing, kayak adikku, waduh sirikitik banget, dia yang makannya sekarung mirip kuli, aku yang gemuk padahal makannya mirip kucing...juga pemilih.
Tapi mo bilang apa Allah kan dah kasih kapling kepada kita semua, ya kudu disyukuri aja, gak bisa kita ngomel mulu, ntar namanya gak ada terima kasihnya ama yang mencipta kita.

Makanya kadang saya heran banget, orang yang dikaruniai eh salah tepatnya : dititipi , sekali lagi dititipi lho , oleh Allah badan yang langsing, suka lupa kalau itu hanya titipan Allah, lalu ngeledek yang bertubuh besar.

Kalau difikir, gak ada orang yang mau subur besar badannya, kalau bisa milih mah pengen semuanya bertubuh ideal, tapi kalau adanya gini? mau apa lagi kan?
Kayaknya pantang banget deh ngebahas orang yang bertubuh besar, kalau dia gak mulai duluan...
Bukan apa2 tapi saya sendiri ngerasain betapa sensitivenya hati ketika dulu bertubuh subur, sedih juga tapi tak tau mau buat apa....

Meskipun saya saat ini belum langsing banget tapi dah gak termasuk lagi kategori besar tapi saya tetep merasakan bahwa urusan gemuk itu kalau dibahas orang gak enak banget, jadi hingga saya betul2 saat ini mengunci mulut rapat2 buat komen yang satu ini kecuali ybs emang buka pembicaraan kearah ini, kalau gak case close...EOD kata milis yang itu mah..
(eh kok baliik kesitu ya ? ini mah ngomongin badan kok.)

Maka buat yang badannya masih cantik, langsing dan okeh punya, tolong yaaaa....
kalau kasih komen ke yang badannya subur jangan asal aja ....
kasihan banget , karena pada prinsipnya gak ada yang mau gemuk, gak ada wanita yang mau jadi gak cantik, atau jadi gak menarik.
Coba deh taruh kalau kita seperti dia bagaimana ? sensitive kan ?
Apalagi buat yang usaha mati2an ngurangin berat badan, jangan deh dikomen yang kurang asyik didenger ybs....
Soale dunia ini apa aja bisa terjadi...
Ntar kalau kuwalat, gemana ?.... Allah kan gak tidur.

*Sekedar curhat gara2 lihat kejadian yang kurang ples dipikiran aku kemarin, meskipun bukan aku yang dibahas tapi gak enak aja lihatnya, ikut prihatin buat kawan yang kena ulasan.*

Back to : Keseharian

Wednesday, December 20, 2006

Ngelindur


Dah lama bobok tuh gak ngelindur....

Gak ngerti ya ngelindur tuh datangnya dari mana , apa terlalu capek atau terlalu exciting lagi meleknya jadi terbawa tidur....

Tiba2, 2 hari lalu (kali masih sedih Opa Oma pulang) aku pas bobok malam antara kerasa engga tiba2 aku tuh kayak tereak ngelindur minta bantal.....



Besok paginya diketawain ama si mbah....

Katanya : "semalam kamu ngelindur kayak tereak lho minta bantal, lha tidur udah pake bantal 5 ( baca : lima buah bantal) kok ngelindurnya masih minta bantal....

"Untung ngelindurnya gag minta ML.. kan saya jadi ngenes...." kata si mbah sambil tertawa.



Memang saya kalau tidur demen pake bantal banyak dan macem2 bantal, dikepala satu yang model bulu angsa yang gendut tapi pessss kalau kena kepala.

Kanan kiri kepala yang bulu angsa tapi gak terlalu pessss, jadi yang (kiri) sebelahan ama si mbah ada bentengnya biar gak kena serbuan ngoroknya, kalau yang dikanan biar gak adem aja kuping....

satu lagi dipunggung yang dacron tapi empuk dan satu lagi buat dipeluk2 atau tutup kepala pake bantal yang memble... enak tipis dan agak "bantal busuk" istilahnya....



kenapa banyak amat bantal ?

karena aku tuh suka banget tidur dalam suhu 18 derajat tapi pake bantal banyak dan selimut tebal... baru nyenyak tidurnya.....

Istilah suami bergulung dalam selimut tinggal dipaketin aja....

Wednesday, July 19, 2006

Bekal Suami

Manusia memang sebetulnya saling membutuhkan satu sama lain, biar lebih suka menyendiri tapi tetap aja kontak dengan orang lain tuh memang butuh.
Apalagi untuk pasangan yang sudah menikah lama pasti makin lama makin tergantung dengan pasangannya, terutama buat bapak2 yang biasa semua keperluannya disediakan ama istrinya.

Sampai saya terfikir aduh jangan deh kalau saya harus mati duluan, suami tuh jangan sendirian lama2.... kasihan syapa yang ngurus....
Masih lebih mending kita kaum wanita yang hidup belakangan, biar kata wanita banyak penyakitnya dibanding pria, tapine wanita tuh lebih bisa aja ngurusin diri sendiri dibanding laki2 deh....

Terfikir hal yang "nyeremin" kayak gini, gara2 kemarin suami kan kembali ke AD, lalu saya siapkan kopernya lalu bertanyalah,
mas : " lha saya makan apa hari Seninnya ?"
daku: Jangan kuatir kan sebelum berangkat saya sudah siapkan makanan dalam freezer untuk 6 hari, dan sup untuk kamu juga udah saya buatkan kuahnya ntar asisten tinggal manasin dan cemplungin sayuran frozennya kedalam sup.
Untuk lauknya yang berkuah sudah saya orderkan untuk merebus sayuran dan asisten tiap hari datang untuk itu.

Buat sangu kekantor udah ada arem2 dua macam, yang satu isi tuna dan yang satu ayam. Ntar asisten juga ngangetin kamu tinggal ambil di kulkast tiap pagi.
mas: oh ya terima kasih, tapi malam ini kan saya datang tuh asisten gak nyiapkan apa ya ? soale kan udah jam 12 malam saya masuk rumah.
Lalu sarapan apa ya ?
daku : Oh ini ada krenten broodjes, kamu tak bawakan di ranselmu, kamu bisa makan malam hari sama nge teh, sisanya bisa buat sangu kekantor lalu buat sarapan pagi wah kayaknya kamu mesti masak nasi malam hari biarkan rice cooker warm ampe pagi aja dan kalau mau ya bikin ceplok telor atau ada abon tuh dilemari....
mas : oh... (tapi sambil wajahnya kayak yang memelas...)
daku : Ya wis aku bawakan ayam aja ya dari sini satu potong paha utuh, yang di grill ya ? entar kamu microwave aja pagi2, malam kamu masukin kulkas... toh buat makan siangnya ntar udah siap.
mas : (cerah wajahnya) iya deh boleh... nah ini baru asyik....
E alah.... rupanya pengen dibekelin bininya tho.....
Ampun deh, si mbah ini, betul2 deh peribasa jadul tuh berlaku banget,
cinta datangnya dari perut.....

Waktu 6 tahun lalu dia dapat dines ke Filipin 3 minggu , coba sodara2 apa yang masuk dikopernya ?
Rice cooker, bronis keju 6 potong, rendang, empal, ayam presto goreng, bumbu sop, kaldu instant dan bawang goreng...
( survival kitnya : beras 1 canting, gula dan teh... dengan catatan ntar kalau sampe ke Manilanya, ke supermarket beli dengan dibekelin daftar belanjaan..., tapi begitu datang mas bisa langsung masak nasi dan ngeteh sambil makan kue buatan rumah).

Untung nginepnya di apartemen gitu, jadi ada kulkasnya, semua bahan makanan itu cukup buat 3 minggu....
Hanya makan siang dia makan ditempat coursenya dan 2 kali aja makan diluar karena rame2 ama teman2nya sisanya makan diapartemen, ampe teman2nya heran semua....
Katanya kalau kangen bini , makan masakan bini serasa ada bini deh....

Sunday, June 25, 2006

Sang Ayah.

Mendekati keberangkatan kami ke Belanda untuk mencari sebanyak mungkin info tentang sekolah yang bakal Bamby masuki tahun ajaran depan, rupanya tanpa saya sadari ada kesibukan baru.
Sang Ayah nih tiap hari selalu telat pulang kantor (browsing dikantor ternyata lebih cepat karena dirumah dibagi 3 linenya), dirumahpun gak gerak dari depan kompinya, sampai week end ini pun betul2 sibuk didepan kompinya.

Setelah diperhatikan ternyata si Ayah nih mencari sekolah yang paling ideal untuk Bamby dan semua info yang bisa didapat untuk calon sekolah, dari mulai sekolahnya yang terbaik (untuk Bamby ) sampai belajar bahasa dan juga kira2 dimana bamby bisa tinggal selama sekolah nanti dan semua dicari lewat browsing.
Betul2 seriusnya tingkat tinggi deh, gak pernah terbayangkan sebelumnya.
Ternyata siAyah nih, biar diem2 kelihatan gak gitu mesra dengan sang anak tapi rupanya cinta ama anaknya setengah mati....

Terharu betul lihatnya, gak pernah terkira bahwa yang selama ini Bamby sama Ayahnya selalu aja berantem, ternyata didalam lubuk hati yang paling dalam si Ayah nih betul2 sayang luar biasa terhadap anaknya.
Suami ini memang pendiam banget, sampai kadang sulit mendiskripsikan sebagaimana sayangnya dia pada anaknya, mana dengan usia Bamby yang lagi pancaroba nih kan kerjaannya berantem mulu, si ibu ditengah (mana aku nih paling kecil lagi badannya) rasanya aneh aja kalau harus menengahi diantara dua gajah2 ini berantem.

Pantas beberapa bulan lalu suami nih mulai menerima tawaran untuk kerja disuatu perusahaan minyak yang ditempatkan dinegara tempat Bamby kuliah, tapi untungnya gak jadi karena ternyata penawarannya kurang sesuai dengan harapan ( untung anget soale aku gak gitu setuju, masih betah disini soale).

Sedang hati sang ibu nih, sudah sejak setahun lalu begitu memendam rasa karena akan berpisah dari anak, sedih dan entahlah apalagi gak bisa diceritakan lagi, tapi pada saat ini rasanya udah mulai bisa menghadapi kenyataan bahwa ada saatnya anak itu lepas landas. Tapi gak tau lagi kalau hari H itu akan tiba.... gak kebayang juga.

Hanya saat melihat sang Ayah begitu seriusnya, hati yang tadinya mencoba untuk tegar... rasanya mulai juga jadi rapuh kembali....

Kalau bisa anak tuh di bonsai gimana ya ? ( kejam deh....)

Lagi bete banget.....

Hari ini bangun pagi, yang ada bukan seger tapi perasaannnn bete banget. Gak ngerti apa karena sudah mendekati tamu bulanan yang sekarang2 ini udah gak tentu lagi datangnya atau gejala pra menopause yang datang.

Tapi memang dari kemarin perasaan seperti ini sudah menyerang diri, rasanya kok lagi everything went wrong aja..... pagi ini tambah2 rasanya....

Mudah2an perasaan ini cepat hilang, kayaknya saya harus lebih mendekatkan diri lagi dengan Allah, ada yang memang kurang saya lakukan akhir akhir ini gara keasyikan ini itu, maklum hobby baru, jadi konsentrasi masih ke hal baru tsb. Lupa akan hal yang biasanya kulakukan, akan rutinitas yang biasa dikerjakan. Rasanya saya kena tegur Yang Maha Kuasa.

Biasanya pagi setelah nganter anak dan suami, selalu kusempatkan sholat Dhuha...memohon kehadiratNya, segala apa yang manusia tidak bisa selalu menggapainya dengan kesabaran dan ketenangan.
Memohon juga melindungi kami dari apa apa yang manusia tidak bisa mengontrolnya, dari yang dzalim, dan dari yang tidak kita duga.


Kita gak pernah tau apa yang terjadi dibelakang kita, tidak akan pernah bisa kita mengontrolnya walaupun tanpa pernah ada maksud dari hati ini untuk menyakiti orang lain atau berbuat yang orang tidak sukai.
Kadang malah apa yang kita lakukan tanpa menggangu privacy orang, tanpa menggangu exsistensi orang, justru mendapat cobaan dengan digunjingkan....
Sedang kan sesungguhnya saya sendiri gak pernah juga masuk campur dalam urusan yng memang bukan hak saya, tapi kenapa ya tidak sebaliknya ?
Apakah kalimat yang selalu saya denger bahwa "life is not fair" , ya itu yang sedang saya alami sekarang?????

Hanya satu memang yang harus saya lalukan sekarang yakni mendekatkan diri pada Allah....
Ampuni hambamu Ya Allah.....
Memang saya harus lebih dekat lagi denganMu ya Allah......
Duh kok jadi agak plong ya abis nulis ini.....

Saturday, June 24, 2006

Dunia Anak Anak

Tiap kali lihat postingan yang mengulas soal anak2, rasanya hati nih gimana gitu. mau ikut kasih komen kok ya bukan dunia saya, mau gak komen kok ya kadang ada perasaan gak enak deh, kok apatis amat ama dunia anak2.....

Sebenernya saya ada satu kelemahan, gak suka ama anak kecil, gak fans ama yang namanya anak kecil itu, biasanya dari bayi sampai kira2 dia usia akhir SD, kalau sudah mulai bisa interaksi seperti anak2 SMP , udah mulai saya bisa berkomunikasi dengan mereka, walau secara minimal.

Kalau yang masih kecil2 waduh sebetulnya saya bingung mau ngomong apa ya ? Kadang saya malu hati juga dengan teman2 terutama yang belum ngerti saya, kok kalau datang bertamu biasanya anaknya saya cuekin aja, kalau toh negur ya paling basa basi aja abis gak enak ama ortunya. Apalagi nengok bayi, waduh kalau asli dari hati sih gak bisa saya bilang bayi itu lucu.... apanya sih yang lucu ? tapi ya basa basi , bisalah saya berkomentar aduh lucu ya bayinya.....( tapi tetap muka tegang, susah sih berpura2 itu).

Sampai ada guyonan diantara teman2 yang ngerti, kalau mau bikin saya kurus gampang titipin aja anak kecil ketempat saya niscaya gak lama saya bisa cepet kurus deh.....
Gak bisa deh kompromi ama hati ini, mbok ya belajar lihat lucunya bayi atau lucunya anak2 kecil.....aneh banget kok kaku betul sih hati ini....

Entah apa asal muasalnya saya gak gitu fans ama anak2, tapi yang pasti saya inget waktu saya masih SD dulu, kebetulan kan adik2 saya jauh beda umurnya dengan saya, 6 tahun , 7 tahun dan 8 tahun beda umur denganku.
Lalu suatu hari ibuku bilang coba deh tolong jagain adik2 ini....dan apa jawabku ? "yee yang punya anak siapa yang suruh jaga kok saya ????" Kebayang gak jawaban anak SD pada saat itu.

Sayangnya perasan gak suka anak2 kecil itu sebetulnya kalau orang tua nyadar mungkin masih bisa sedikit di eliminasi tapi mungkin ortu saya karena sibuk dengan adik2 balita yang berurutan umurnya itu, sifat yang satu ini gak sempet ketanganan. Berakhirlah sampai sekarang ini saya kurang fans ama anak kecil. Maaf bukan saya nyalahkan ortu tapi saya sendiri juga gak ngerti kenapa hal ini sampe luput dari perhatian ortuku ya ?

Waktu pertama menikah , ada ketakutan dalam diri ini gimana kalau saya harus punya anak ? apakah saya bisa ngurusnya dengan baik mengingat saya tuh gak suka ama anak2 kecil ?Dan memang kami sempet 5 tahun kosong, itu juga kalau gak "kebobolan" kemungkinan besar si buah hati ini gak akan datang lebih awal.....

Untung juga suami gak gitu nuntut saya harus segera punya anak, walau mertua dan sanak saudara udah gregetan kok kami nih gak punya2 anak, juga setelah anakku lahir pada saat Bamby diumur 8 bulan, suami dengan sukarela "vasektomi" untuk mencegah secara permanen saya hamil kembali, hal ini yang membuat saya sangat2 berhutang budi pada suami.

Bayi pertama yang saya gendong adalah anakku, dan selagi anakku ini balita rasanya aneh aja dihati, tapi demi mengingat bahwa anak adalah titipan Allah, saya coba untuk mengabdikan seluruh hidup saya untuk anak saya, saya juga keluar dari kerjaan dan mengurus anak full time, karena kebetulan kami harus pindah ke Bontang, jadi memang sudah itu suratannya bahwa saya harus full time ngurus anak.

Banyak teman yang ngatain, "nah akhirnya kan seneng juga punya anak....?
Lha ya kalau saya gak seneng apa gak tambah salah ? Bukannya bersyukur bahwa akhirnya dengan anak sendiri saya berusaha menekan rasa yang ada pada diri ini, karena perasaan gak gitu suka ama anak tetap melekat pada diri, sulit sekali saya menekan perasan ini.

Alhamdulillah sejalan dengan waktu, anakpun mulai besar, mulai bisa berinteraksi, dan mulailah terasa kedekatan ama Bamby, yang sejak SMP sudah bisa terbina hubungan yang "tulus" dari mamanya, hingga saat ini. Dan kedekatan ini ternyata bisa sangat tulus dan sangat akrab, hingga bila saya mengenangnya selalu berurai air mata, betapa banyak saya kehilangan kesempatan untuk mencintai anakku, kenapa baru saat dia besar baru terasa bahwa saya ternyata sangat mencintai Bamby. Dan sedihnya tahun depan saya akan melepas Bamby untuk kuliah.....

Tapi juga sejalan dengan itu, anak yang beranjak dewasa, perasaan gak suka anak kecil mulai lagi tumbuh kembali, dan ternyata saat ini saya menjadi sadar kembali, kenapa ternyata saya gak bisa seperti ibu2 yang lain ?

Saat seorang teman posting mengenai kejahatan sang pengasuh pada anaknya, komen saya malah bukan mengenai anaknya melainkan mengenai sang tkwnya, pada saat teman memuat gambar anaknya, I am speechless, gak tau harus komen apa ?

Gak ngerti deh, gimana harus berbuat untuk mengeliminasi perasaan ini. kayaknya penting banget abisnya dilingkungan ku sekarang ini, lingkungan ibu2 muda yang umumnya anaknya balita atau masih kecil2, dan setiap acara dirumah kami selalu dibawa.
Sebenernya bikin pening betul, kadang sampai habis akal saya dibuatnya lihat mereka lari2, teriak2, dan aneh2 lagi kelakuannya, yang mungkin wajar buat orang yang fans ama anak2....

Kadang udah gak tahan lagi sebetulnya tapi mau gimana lagi?
Memang perlu perbaikan dari dalam diri saya....mudah2an ada jalan untuk saya.

Rasanya kemana saya pergi disitulah saya ketemu anak2.....
Dan kewajaran hidup didunia ini memang orang tua dan anak2 sejalan.....

Berteman

Baca sitenya teman, ada tulisan mengenai berteman, lalu baca site teman yang lain, juga ada tulisan mengenai gaya berteman. Tadinya cuman mau baca aja , berakhir jadi ngajak mikir juga deh setelah baca tuh tulisan.
Rasanya simple banget sebenarnya urusan berteman, tapi ternyata gak se simple yang kita perkirakan. Juga pertemanan antar kaum hawa sangatlah beda dengan pertemanan kaum adam....

Anehnya banyak kaumku yang merasa lebih nyaman berteman dengan kaum adam, daripada berteman akrab dengan kaumnya sendiri. Padahal seharusnya dengan sesama kaum kan harusnya lebih kompak ya ? Ternyata tidak, bersama kaum adam banyak yang merasa lebih dimengerti, dihargai pendapatnya dan yang pasti gak bakal disirikin....
Nah kalau sudah membahas soal sirik2 an, rasanya kita semua tahu deh apa itu, masuk zona mana itu, zona yang sangat sensitif.... Kenapa sangat sensitif ? karena sebenarnya daerah ini nyata sekali, tapi banyak yang membuatnya maya, hanya karena tidak mau mengakui bahwa itu kelemahan kaum hawa....
Gak sok suci juga, sayapun banyak terlibat dalam masalah ini, pasti once ada juga rasa itu timbul, dan pasti juga pada setiap wanita, karena itu rasa yang diberikan Allah dan sangat manusiawi sekali.
Hanya saja akhirnya, adalah pe ngontrolan terhadap sifat yang satu ini yang memang harus di bahas lebih dalam dengan diri kita sendiri. Gak ada yang bisa bantu kita buat ngontrol sikap yang satu ini, tapi diri kita sendiri dengan bantuan Allah dan doa yang kita panjatkan setiap kita beribadah.
Hanya pada akhirnya juga setelah semua doa kita panjatkan agar kita selalu dalam bimbingan Allah, kembali berpulang pada kita semua, attitude mana yang akan kita labelkan pada diri kita?
Gak nyalahin juga sih, wanita dilahirkan dengan sifat2 yang sangat sensitif, temperamental, dan gak rasionil.... selalu deh para lelaki complainnya terhadap wanita seperti itu, dan juga kayaknya kata temperamental ini yang kadang bisa mengganggu sekeliling deh....

Soalnya dari mulai ngambekan, judes sampai pemarah kayaknya semua masuk dalam kategori temperamen seseorang deh. Kita bisa milih mau masuk kategori yang mana ya ?
Tapi yang terakhir akan dibahas, adalah kategori yang agak merusak pribadi seseorang, yakni orang yang munafik asli dan back stabbing.
Nah 2 kategori ini kalau bisa jangan deh melekat pada diri kita. Soalnya, kita kan gak bisa juga bermimpi punya sifat yang sebegitu perfectnya, pasti adalah bolong2 sana sini sifat kita tuh; jadi yang diminta mudah2an yang jelek dari kita nih bukan kategori diatas ini.
Rasanya biarlah orang merasa kita judes atau ngambekan ( kalau pemarah sih lebih baik dihindarkan deh, kasihan teman2 sekeliling), asal jangan masuk kategori si-muna dan si-fik ini, atau juga kategori yang back stabbing, menikam dibelakang kita, kirain teman baik, gak taunya tikamannya lebih tajam dari sembilu. Rasanya ini harus minta2 dijauhkan dari kita.

Satu hal lagi kayaknya dalam berteman perlu juga kejujuran dan saling keterbukaan, kalau kejujuran satu sama lain sudah terbina juga saling percaya rasanya muluslah pertemanan itu, Tapi juga satu lagi yang penting (lha kok ternyata nambah terus ya) yakni saling menghargai , nah ini penting sekali, karena biasanya kalau sudah akrab suka lupa bahwa saling menghargai itu tetap harus pada porsinya.

Jangan setelah kita merasa akrab, lalu lupa dimana garis yang tetap harus kita pegang, dimana yang kita bisa turut campur atau harus menahan diri, kadang kita semua merasa gak ? kalau suka lupa deh sama yang satu ini ?, kalau kita sudah mulai terlalu akrab dengan teman, rasanya garis itu mulai goyah kan ? sama deh saya juga kok....

Tapi juga ada hal lain yang kita kadang lupa (saya juga kadang seh), memaafkan....
Rasanya memaafkan teman yang pernah menyakiti kita sulit sekali, padahal mungkin teman tsb juga sudah belajar merubah diri, why not give her a second chance ?
Every body needs a second chance.
Kita juga lho mungkin banyak salahnya sama teman lain, jangan lupa itu, karena kita pun gak mungkin luput dari kesalahan....gak mungkin deh bener terus. Kalau kita masih merasa bener terus pasti ada yang salah dengan kita.

Berilah kesempatan kedua buat teman kita yang ingin berbuat baik, mungkin juga dia ingin menebus kesalahan yang pernah dia buat dengan dia berbaik lagi dengan kita, tapiiiii juga kalau memang second chance itu ternyata kelakuan si teman podho wae, ya sudahlah mau apa lagi ?
Ada 2 macam kita biasa bersikap, kita terima dia apa adanya, tanpa komen panjang lebar atau ber muna, kita tetep bergaul saja, ya emang udah payah mau diapain lagi....
Atau juga kita sekedar membatasi diri untuk tidak banyak bergaul dengan yang satu ini, tapi juga tidak bikin muka muna didepan nih person....

Yang banyak terjadi, gak berani menentukan sikap, tetapi berakhir dengan bersikap muna... Rasanya inilah yang akan menjadi suatu pangkal ketidak serasian lagi dalam suatu kelompok pertemanan. Bisik2 kanan kiri, komen2 yang gak ngenakin kuping, tapi didepan personnya, langsung rubah muka, menjadi wajah yang manissss sekali.
Waduh janganlah sampe kayak gini, malu sama Allah.
Tapi kalau giliran kita yang berbuat salah, mungkin sulit bagi kita untuk mengucapkan kata maaf ( kayaknya rata2 orang deh sangat sangat menghindari hal ini), tunjukkanlah dengan tindakan bahwa kita telah berbuat salah dan ingin memperbaikinya.
Rasanya seorang teman sejati akan tau kapan harus berhenti marah atau jengkel, dengan sikap kita yang berubah tadi. Dan disinilah pula kita bisa tau sampai dimana sebetulnya teman kita ini mengerti kita, dan apakah dia seorang sahabat atau hanya seorang yang kita kenal saja.

Dan sekarang yang jadi persoalan itu, gimana ya caranya untuk tetap konsisten dengan sikap kita ?

Yah belajar dan terus belajar menganalisa hidup ini, sikap manusia dan yang terpenting sikap diri kita sendiri, koreksi diri, apakah yang kita tidak sukai itu lebih baik dari diri kita sendiri?

Bercerminlah dalam kejujuran rasanya perlu buat kita semua, dan saya pun sedang berusaha sekuat tenaga untuk bisa bercermin dalam kejujuran, tidak membohongi diri sendiri, dan ternyata itu bukan suatu usaha yang gampang. Proses panjang untuk tetap bisa menganalisa diri kita sendiri, yang buat saya pun tetap belajar dari waktu ke waktu.
Godaan untuk menuruti hawa nafsu selalu datang, dan godaan untuk bersikap tidak jujur pada diri sendiri mudah menggoda. Tapi namanya suatu perjalanan hidup, pasti banyak rintangan dan cobaan, dijalanin aja dengan niat yang baik, mudah2an Allah juga selalu memberi jalan yang terang bagi kita semua.....Amien.